FT : Kejadian 9 : 1 - 17"Pelangi, pelangi.
Alangkah indahmu.
Merah kuning hijau di langit yang biru.
Pelukismu agung, siapa gerangan?
Pelangi, pelangi ciptaan Tuhan."
Kita pasti pernah mendengar sebuah syair lagu ini, bahkan tersimpan dalam memori lagu di masa kita kanak-kanak. Pelangi mengingatkan kita mengenai tanda perjanjian pertama yang diadakan Tuhan dengan manusia (ay. 12). Sejak manusia jatuh dalam dosa, kehidupan manusia semakin rusak dan bobrok. Dosa semakin berkembang dan tidak ada lagi yang mengingat Tuhan dan hidup benar menurut jalan Tuhan, selain dari Nuh dan keluarganya (Kej 6 : 9). Oleh karena itu Tuhan akhirnya memusnahkan manusia, selain keluarga Nuh, dengan cara menurunkan hujan dan air bah, sehingga seluruh kehidupan di muka bumi ini lenyap. Ketika air bah itu telah surut, Tuhan kemudian membuat perjanjian antara diri-Nya sendiri dan manusia.
Tanda perjanjian Tuhan dengan manusia adalah pelangi, yaitu busur Tuhan yang diletakan di awan (ay. 13 - 14). Pelangi merupakan tanda bagi Tuhan untuk mengingat bahwa Tuhan telah berjanji tidak akan mengirimkan air bah untuk memusnahkan segala yang hidup (ay. 15). Dengan kata lain, pelangi merupakan tanda bahwa ada keselamatan yang ditawarkan Tuhan kepada manusia.
Janji Tuhan diberikan kepada kita bahwa kita tidak akan mengalami air bah lagi. Kenyataan yang terjadi memang sungguh walaupun kita masih tetap berdosa, tetapi Tuhan tidak memberikan air bah untuk menghukum kita. Tetapi kini kita diperlihatkan di beberapa tempat, di pedesaan atau daerah perkotaan, ternyata banyak orang yang mengalami banjir, bahkan terkadang memakan korban jiwa. Apakah banjir yang terjadi ini karena Tuhan lalai dengan janji-Nya? Tidak, banjir yang yang terjadi bukan disebabkan karena Tuhan melalaikan janji-Nya. Tetapi karena manusia yang kurang peduli dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Busur di awan akan terus mengingatkan kita mengenai janji Tuhan untuk tidak memusnahkan bumi. Tetapi ketika kita telah menerima janji Tuhan itu, kita dituntut untuk ikut terlibat di dalam pemeliharaan dan pengembangan bumi kita. Manusia diberikan kuasa atas seluruh bumi (Kej 1:26), dan kini saatnya memulai dengan memelihara lingkungan yang ada di sekitar kita. Marilah kita kerjakan mandat yang diberikan Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya.
My_Ch/12082012 (GKI MANYAR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar