Ketika Aku Mencintai

Mentari semakin jauh ke barat, ketika sebuah lagu tentang cinta aku dengar mengalun indah. Jantung ini berdetak normal, pikiran jauh melayang menembus semua batas. Sesaat aku tertegun dan melihat kembali ke belakang. Semua yang telah kulewati, semua yang telah kulakukan. 'ku dapati diriku sedang larut. Larut dalam sebuah gelora yang luar biasa. Aku terpana...

Ada yang memperhatikan aku. Yang selalu ada bagiku dan selalu menemaniku. Ketika aku menyapa, aku disambut. Ketika aku haus, aku dipuaskan. Bahkan ketika aku galau, aku masih bisa tertawa. 

Apa atau siapa? Terlalu indah untuk diucapkan. Yang aku tahu, setiap hati ini terangkat dan senyum mengembang di wajah, hanya ada satu alasan. Terkagum untuk semua yang terjadi dan telah disiapkan bagiku. Ada rasa tenang ketika tahu, semua telah disiapkan bagiku. Hanya menunggu waktu untuk dinikmati dan disyukuri. Ada perasaan bangga saat dituntun dan dijaga. Melodi-melodi indah kembali terdengar, semakin dalam aku merasakan semua itu...

Saat suara merdu menyanyikan bagian terakhir dari lagu cinta tadi, aku tersadar. Satu yang aku tahu... Ketika Aku mencintai, Aku memberikan yang terbaik. Selalu ada bagi yang membutuhkan dan selalu siap menolong. Aku tahu yang terbaik bagi setiap hal

Untuk semua hal yang telah terjadi, aku terima dan kusyukuri. Telah kuterima sesuatu yang luar biasa. Untuk itu aku mau engkau merasakannya. Ketika aku mencintaimu, aku ingin semua yang telah kuterima, dapat kuberikan juga padamu. Mau selalu ada bagimu, bisa menolongmu, menjagamu dan mengajakmu membagikannya untuk orang lain.

Hmm... Kala matahari  bersembunyi dan malam mengintip, nyanyikanlah lagu cinta ini untuk Aku, untuk dia dan untuk mereka. Nyanyikanlah sampai semua orang menyanyikannya. Ya... Ketika Aku Mencintai...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar