Biarkan Ia Menarikan Tariannya


FT: Efesus 2:8-10

Seseorang berkata tentang dirinya: "Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa:'Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!' Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, maka aku mengubah doaku menjadi: 'Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas.'
Sekarang ketika aku sudah menjadi tua, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: 'Tuhan berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri!' Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak menyia-nyiakan hidupku." Apa pendapat Anda soal ini?

Seberapa sering kita ingin mengubah orang lain? Seberapa banyak kita ingin menentukan jalan hidup mereka? Meskipun mereka adalah anak-anak kita atau orang yang kita kasihi, kita harus selalu ingat bahwa kita tidak dapat mengubah mereka menjadi seperti yang kita inginkan. Bukan hanya karena mereka punya kehendak dan keinginannya sendiri, yang tidak selalu sama dengan kita, tetapi dalam kerangka iman, kita harus menerima bahwa Allah memikiki rancangan dan tujuan-Nya yang istimewa pada setiap orang. Itulah sebabnya ia menciptakan setiap manusia unik dan spesifik.

Jadi, apa yang harus kita lakukan kepada anak dan orang-orang yang kita kasihi? Biarkan mereka menarikan tariannya! Yang kita dapat lakukan hanyalah menolong anak-anak dan orang-orang yang kita kasihi menemukan rancangan Pencipta bagi dirinya (Efesus 2:8-10). Biarkan ia berjumpa dengan Penciptanya, Biarkan ia mengerti dengan baik untuk apa ia hidup. Biarkan ia melihat Anda sebagai inspirator. Selebihnya...? Biarkan Ia menarikan tariannya  di dalam koreografi (baca: rancangan besar) Sang Pencipta!

DienNLin/08072012 (GKI Manyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar