Menebus Masa Lalu




FT: Filipi 3:13-14

Apa yang kita bisa lakukan dengan masa lalu? Ya, betul! Tidak ada yang dapat kita lakukan, karena toh, ia sudah berlalu. Tetapi betulkah demikian? Kenyataannya banyak orang dibelenggu oleh masa lalu.
Kalaupun ia tidak dapat mengubah masa lalu, banyak orang berusaha "menebus" masa lalunya dengan berbagai cara, termasuk menuntut anak yang dimilikinya untuk mendapatkan apa yang tidak pernah dimilikinya masa lalu. Bahkan ada orang yang lebih buruk lagi. Sebagian orang menimpakan "luka-luka" masa lalunya kepada anak-anaknya. Ini tampak melalui sikap yang tidak dapat menerima kelemahan anaknya, atau menuntut sang anak melakukan sesuatu di luar batas kesanggupannya. Dalam batas tertentu, tuntutan ini dapat menjadi motivasi bagi kemajuan sang anak. Tetapi bagaimana jika tuntutan itu menjadi di luar batas?

Memiliki perspektif yang baru terhadap masa lalu, rasanya itulah yang kita butuhkan saat ini. Masa lalu memang sudah terjadi. Ia tidak dapat diubah. Tetapi ia toh tidak perlu dibuang begitu saja. Ia terlalu berharga untuk diabaikan. Jadi apa yang dapat kita lakukan dengan masa lalu? "...Aku melupakan apa yang telah di belakangku.." (Filipi 3:13b) demikian kata Paulus. Apa artinya? Tentu melupakan bukan berarti tidak mengingat. Rasanya ini mustahil. Melupakan berarti memberikan makna yang baru pada masa lalu. Ia bisa jadi menyakitkan saat terjadi, tetapi kita dapat mengubahnya melalui perspektif yang baru. Masa lalu dapat menjadi mutiara yang indah. Mutiara dihasilkan lewat proses yang menyakitkan. Itulah sebabnya ia menjadi indah.

Apakah anak dapat belajar dari masa lalu orangtua? Ya! Pasti! Tetapi orang tua harus membawa masa lalu tersebut di dalam penebusan Kristus terlebih dahulu. Di dalam Dia segala sesuatu menjadi baru, karena Dia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.


DienNLin/15072012 (GKI Manyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar