Anda ingaet iklan yang populer dengan kalimat: "Siapa dulu bapaknya!?" Kalimat ini diucapkan oleh seorang ayah, saat memuji anaknya yang melakukan tindakan terpuji. Pujian itu diucapkan sang ayah di depan anggota keluarga lain dengan rasa bangga.
"Siapa dulu bapaknya!?" adalah pertanyaan retoris, yang hanya ingin menegaskan dan mengatakan "aku lho bapaknya!" Pertanyaannya adalah, bagaimana jika si anak melakukan tindakan yang tidak baik? Apakah si bapak juga akan mengatakan hal yang sama, "Siapa dulu bapaknya!?"
"Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda" (Maz 127:4). Apa artinya? Kemana anak panah melesat sangat bergantung pada si pemanah. Jika si pemanah membidikan anak panah sekenanya, maka anak panah itu akan meluncur sekenanya pula. Namun seorang pahlawan tidak akan melakukan hal ini. Ia mengarahkan dan membidikkan anak panah itu dengan sia-sia. Ia akan memusatkan segenap perhatian dan ketrampilannya. Ia akan fokus pada sasaran. Ia tidak akan membiarkan satu pun anak panah meleset dari sasaran.
Siapa pahlawan itu? Ya, setiap orangtua dan orang dewasa, yang kepadanya telah dipercayakan "milik pusaka". "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan.." (Maz 127:3). Mengapa anak-anak lelaki? Bagaimana dengan anak perempuan? Sementara kita menerima dulu, karena toh memang budaya Israel pro laki-laki. Tetapi dalam konteks masa kini, kita tetap memandang anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai "milik pusaka dari pada Tuhan".
Mengapa disebut sebagai "milik pusaka"? Milik pusaka adalah milik yang sangat berharga, yang patut dirawat dan dijaga dengan hati-hati, seksama, serius, penuh rasa dan daya. Apakah kita sudah memandang anak-anak seperti itu? Semoga setiap orang tua dan pendidik dapat mengatakan hal yang sama. "Siapa dulu bapaknya!?" (ibunya atau gurunya). Tentu dengan rasa bangga! Jangan hanya mempersalahkan anak, jika mereka berperilaku buruk. Mari kita periksa apakah kita sudah melakukan tugas dengan bak seorang pahlawan?
DienNLin/01072012 (GKI Manyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar